Pernah dengar “yang kuat yang
bertahan” kemarin .. aku melihat bahwa bertahan saja tidak cukup. Artinya kita
tidak akan kemana – mana kan?
Jadilah baik … karena “yang baik yang akan menang”
Akhirnya aku bisa bernafas lega. Masalah
yang terus mengikat selama dua tahun akhirnya terlepas walau pun tak
sepenuhnya, bebanku terangkat sedikit. Aku lupa kapan tepatnya aku mendengar
kabar yang membuat nafasku kembali lega, tapi aku bahagia.
Aku mungkin tidak bisa memaparkan
masalahnya. Masalah bodoh, masalah sepele yang sudah menyesakkan nafas ku bertahun- tahun, meluluh lantahkan
hubungan ku … berkali – kali ku jumpai diri ku kelelahan, berkali – kali aku
memaksa diri ini untuk menyerah.
Malam kemarin, semua terpapar jelas
… malam kemarin, pada akhirnya aku melihat secercah cahaya keberhasilan. Karma …
bertahan saja tidak cukup, kita harus menang, kita harus berhasil …
Dear you,
Aku tak ingin mengatakan “I’ve told
you so” aku hanya ingin kamu tahu, kamu boleh menilai aku sebagai orang yang jahat,
orang picik yang melihat orang dengan penuh kecurigaan. Tapi mungkin itu mengapa
kita ada disini sampai sekarang. Itu alasan kita dipertemukan. Kamu adalah laki
– laki yang paling baik dan paling lugu yang pernah ku kenal, kamu tidak pernah
memandang orang lain dari kekurangannya, tak pernah merasa curiga, tanpa sadar …
tidak semua orang sebaik yang kamu pikirkan. Aku adalah perempuan yang selalu memandang
orang dengan curiga, selalu mempelajari latar belakangnya sebelum aku mampu berkata
bahwa dia adalah orang yang baik. Mungkin ini tugasku, sebagai orang jahat yang terus
mengawasimu, menjagamu dari orang – orang disekelilingmu.
24 Juni 2013